Tuesday, October 31, 2017

Proposal Penelitian : Perpustakaan-Pendidikan Pemakai



ANALISIS LAYANAN BIMBINGAN PEMUSTAKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENELUSURAN INFORMASI

(Studi Deskriptif Kualitatif tentang Analisis Layanan Bimbingan Pemustaka dalam Meningkatkan Keterampilan Penulusuran  Informasi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Garut)

Diajukan Untuk Memenuhi Salahsatu Tugas Mata Kuliah Seminar Penelitian
Dosen:
Dr. Yosal Iriantara


Oleh:
REPI RUDIANSYAH
41033734141011


UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
BANDUNG
2017






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Perpustakaan sebagai sumber informasi harus mampu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi masyarakat luas atau pemustaka, dalam hal ini perpustakaan umum adalah salah satu sumber informasi terdekat yang dapat dimanfaat oleh masyarakat sebagai pengguna perpustakaan atau pemustaka. Perpustakaan umum sering diibaratkan sebagai Universitas Rakyat atau  Universitas Masyarakat yaitu  perpustakaan umum  merupakan lembaga pendidikan yang demokratis karena menyediakan sumber belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan melayaninya tanpa membedakan suku bangsa, agama yang dianut, jenis kelamin, latar belakang  dan tingkat sosial, umur dan pendidikan serta perbedaan lainnya. (Sutarno 2003 : 32).
Dari uraian diatas maka perpustakaan umum memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tanpa memandang status sosial atau latar belakang masyarakat tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perpustakaan umum menyediakan berbagai jenis layananan perpustakaan, salah satunya adalah jenis layananan bimbingan pemustaka atau pendidikan pemakai. Pendidikan pemakai atau layanan bimbingan pemustaka adalah layanan yang paling penting untuk mencapai suatu tujuan perpustakaan dimana layanan bimbingan pemustaka adalah untuk mendidik para pemakai perpustakaan agar dapat mengetahui sumber informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dan dapat memanfaatkan atau menggunakan fasilitas diperpustakaan serta memudahkan pemustaka dalam melakukan penelusuran informasi. Layanan bimbingan atau pendidikan pemakai secara umum menurut F. Rahayuningsih (2007: 92) :

Layanan bimbingan merupakan kegiatan yang paling penting dalam melaksanakan pengelolaan perpustakaan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas, dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber tersebut secara tepat, dan mendidik untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab.

Layanan bimbingan menjadi layanan paling penting karena dengan layanan bimbingan pemustaka dapat menjadi pengguna pemustaka yang mandiri dan bertanggung jawab, karena dalam perpustakaan umum biasanya menggunakan system terbuka kepada pemustaka artinya pemustaka dapat dengan bebas memilih bahan koleksi yang disediakan oleh perpustakaan serta bermanfaat dalam meningkatkan minat baca, tapi dalam melaksanakan pelayanan dengan system terbuka seperti ini dapat menimbulkan penyalahgunaan koleksi oleh pemustaka. Maka dalam layanan bimbingan atau pendidikan pemakai mencakup materi yang diberikan kepada pemustaka oleh perpustakaan, secara umum materi yang diberikan dalam layanan bimbingan menurut Rahayu dan Kiemas (2011:5.13) sebagai berikut:
1.      Pengenalan gedung perpustakaan
2.      Pengenalan peraturan perpustakaan
3.      Pengenalan dasar sarana penelusuran informasi
4.      Pengenalan terhadap bagian-bagian layanan perpustakaan
5.      Pengenalan terhadap penempatan koleksi

Kegiatan layanan bimbingan bagi pemustaka tentu berbeda dari setiap masing-masing perpustakaan baik dari bentuk dan metode pendidikan pemakai yang dilaksanakan oleh perpustakaan. Metode sendiri digunakan guna untuk mengefektipkan pendidikan pemakai kapada pemustaka agar pemustaka dapat mengerti serta paham mengenai penggunaan perpustakaan. Menurut Kosterman yang dikutip oleh Purnomo (2006 : 119) menyarankan bahwa suatu metode pengajaran harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1.      Dapat mengkomunikasikan tujuan-tujuan yang telah dibuat.
2.      Dapat membuat seseorang tertarik untuk perhatian dan memotivasi mereka untuk perhatian penuh terhadap apa yang sedang diajarkan.
3.      Dapat mendorong seseorang untuk ambil bagian dengan menolongnya untuk mempersiapkan pelajaran-pelajaran.
4.      Dapat memberikan umpan balik untuk menguji efektifitas metode tersebut melalui indikator-indikator yang jelas.

Tujuan utama kegiatan bimbingan pemustaka/pemakai/pengguna perpustakaan adalah untuk meningkatkan kompetensi informasi pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan. Kompetensi dimaksud yaitu pemustaka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan guna memanfaatkan berbagai fasilitas di perpustakaan secara efektif.
Pentingnya kegiatan layanan bimbingan bagi pemustaka adalah untuk menjelaskan dan memperlihatkan bagaimana manfaat perpustakaan umum bagi pemustaka, agar pemustaka dapat memiliki kemampuan dalam mengakses atau menelusuri informasi yang ada diperpustakaan umum secara mandiri, tertib dan bertanggung jawab.
Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip (DISPUSIP) Kabupaten Garut merupakan pusat sumber informasi yang disediakan oleh pemerintah kabupaten Garut untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat luas terutama bagi masyarakat yang berada dikawasan kabupaten Garut, dalam memenuhi kebutuhan informasi DISPUSIP Kabupaten Garut, menyediakan informasi baik dalam bentuk cetak maupun non-cetak serta layanan internet bagi masyarakat sebagai pengguna atau pemustaka perpustakaan.
Dalam ruanglingkup DISPUSIP Kabupaten Garut yang ditujukan bagi masyarakat luas dengan memiliki latar belakang yang berbeda maka perpustakaan umum daerah kabupaten garut menyediakan kegiatan layanan bimbingan bagi pemustaka berupa menunjukan alat penelusuran informasi dan cara mengoperasikannya kepada pemustaka agar dapat mengakses atau menulusuri informasi diperpustakaan  secara mandiri, sehingga pemustaka dapat menemukan informasi sesuai dengan kebutuhannya serta dapat menfaatkan sumber daya yang berada di perpustakaan umum daerah kabupaten Garut.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik mengangkat masalah tersebut untuk dilakukan penelitin dengan judul “Analisis Layanan Bimbingan Pemustaka dalam Meningkatan Keterampilan Penelusuran Informasi”.

B.     Rumusan Masalah dan Pembatasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Untuk mewujudkan pemustaka yang mandiri dan bertanggung jawab dalam penggunaan perpustakaan, maka perustakaan umum menyedikan kegiatan layanan bimbingan atau layanan pendidikan pemakai, layanan pendidikan pemakai mencakup: a) Materi pendidikan pemakai, b) metode pendidikan pemakai , c) Bentuk pendidikan pemakai yang diberikan kepada pemustaka dalam penggunaan perpustakaan.
Menurut F. Rahayuningsih (2007:92) Layanan bimbingan sendiri merupakan kegiatan  layanan untuk mendidik pengguna perpustakaan atau pemustaka dalam mengetahui sumber informasi yang berada diperpustakaan serta mendidik pemustaka agar menjadi pengguna yang mandiri dan bertanggungjawab.
2.      Batasan Masalah
Untuk menghindari meluasnya masalah serta untuk memudahkan penelitian dalam mencapai tujuan yang diharapkan, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:
a.       Materi yang diberikan kepada pemustaka dalam melaksanakan layanan bimbingan
b.      Bentuk layanan bimbingan pemustaka oleh perpustakaan umum Kabupaten Garut dalam meningkatkan keterampilan penelusuran informasi pemustaka.
c.       Metode yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan pemustaka
d.      Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan pemustaka
e.       Dampak layanan bimbingan pemustaka dalam penelusuran informasi

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut:
a.       Untuk mendeskripsikan bentuk layanan bimbingan pemustaka oleh perpustakaan umum Kabupaten Garut dalam meningkatkan keterampilan penelusuran informasi pemustaka.
b.      Untuk mendeskripsikan materi yang diberikan kepada pemustaka dalam melaksanakan layanan bimbingan
c.       Untuk mendeskripsikan teknik yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan pemustaka
d.      Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan pemustaka
e.       Untuk mengetahui dampak layanan bimbingan pemustaka dalam penelusuran informasi
2.      Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini dapat menjadi sumber pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti yang pada akhirnya dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat serta penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi intansi yang terkait.

D.    Asumsi dan Pertanyaan Penelitian
1.      Asumsi Penelitian
Layanan bimbingan merupakan kegiatan yang paling penting dalam melaksanakan pengelolaan perpustakaan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas, dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber tersebut secara tepat, dan mendidik untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab. (F. Rahayuningsih 2007: 92).
2.      Pertanyaan Penelitian
a.       Bagaimana bentuk layanan bimbingan pemustaka oleh perpustakaan umum Kabupaten Garut dalam meningkatkan keterampilan penelusuran informasi pemustaka?
b.      Apa saja materi yang diberikan kepada pemustaka dalam melaksanakan layanan bimbingan di perpustakaan umum Kabupaten Garut?
c.       Bagaimana teknik yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan pemustaka di perpustakaan umum Kabupaten Garut?
d.      Apa saja kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan pemustaka di perpustakaan umum Kabupaten Garut?
e.       Bagaiman Dampak layanan bimbingan pemustaka dalam penelusuran informasi di perpustakaan umum Kabupaten Garut?

E.     Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian tidak terlepas dari suatu metode penelitian yang merupakan cara untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Didalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yitu suatu metode dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran, ataupun kelas pariwisata pada masa sekarang, dengan pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami suatu fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitia secara holistic dengan cara mendeskripsikan dengan format kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (meolong, 2007:6). Penddekatan kualitatif ini yaitu menggunakan fakta yang terjadi dilapangan yang berkaitan dengan masalah penelitian, penggunaan deskriptif adalah untuk mencari data, dengan melakukan wawancara, kemudian melakukan observasi atau pengamatan serta dokumentasi.

Contoh Proposal Permohonan Bantuan Pembangunan Masjid



Cihareuday, 15 September 2017
Nomor             : 003/PP-MAM-X/2017
Lampiran         : 1 (satu) berkas
Perihal             : PEMOHONAN BANTUAN REHAB MASJID

Kepada Yth,
Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
cq. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah
di Jakarta        

Assalammu’alikum, Wr. Wb
Dengan Hormat,

Teriring do’a kami sampaikan semoga Bapak/Ibu, senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhamad SAW dan seluruh kaum muslimin yang taat hingga akhir zaman.

Masjid sebagai sarana beribadah umat muslim. Sebagai tempat ibadah, tentunya mesjid harus bisa menciptakan suasana yang nyaman dan dapat menampung umat muslim beribadah dengan khidmat dan khusu dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Sehubungan dengan hal tersebut, masjid Al-Muqaromah yang terletak di kampung Cihareuday, desa Neglasari, kecamatan Pakenjeng, kabupaten Garut. Kami berencana untuk melaksanakan kegiatan rehab masjid demi menciptakan sarana ibadah yang nyaman dan sebagai sarana pendidikan Al-Qur’an dan agama islam atau madrasah diniyah.

Besarnya dana yang diperlukan dalam merehab masjid Al-Muqaromah adalah kurang lebih sebesar Rp. 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah), dengan dana yang besar tersebut maka kami ajukan permohonan bantuan dana guna merehabilitasi masjid.
Sebagai bahan pertimbangan kami sertakan antara lain:
1.      Prposal permohonan bantuan
2.      Rencana anggran dan biaya
3.      Data pendukung lainnya.

Demikian surat permohonan dana rehab masjid ini kami sampaikan, atas perhatiaannya kami ucapkan terimakasih, dan semoga Allah SWT membalas atas bantuan dan kebaikan Bapak/Ibu. Amiin.
Wassalamu’alaikum,Wr. Wb.

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL-MUQAROMAH
Desa Neglasari Kec. Pakenjeng Kab. Garut

Ketua Panitia



Surahman
Sekretaris



Dimyati, S.Pd

Mengetahui,
Dewan Kesejahteraan Masjid Al-Muqaromah


Saepuloh, S.Pd





KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulilllah kami panjatkan pada Allah SWT atas rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal rehab masjid Al-Muqaromah.
Kami ucapkan banyak terimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam melaksanakan kegiatan rehab masjid Al-Muqaromah.
Proposal ini kami susun dengan sederhana, mudah-mudahan semua pihak yang membantu kelancaran proses kegiatan rehab masjid Al-Muqaromah ini dari awal hingga akhir pembangunan dalam rangka meningkatkan kenyamanan beribadah kepada Allah SWT.
Demikian proposal ini kami susun besar harapan kami permohonan dana bantuan masjid ini dapat dikabulkan sehingga kami dapat membantu sedikitnya umat muslim dalam meningkatkan ibadah.       
Cihareuday, 15 September 2017
 Ketua Panitia


SURAHMAN


 



A.    LATAR BELAKANG
Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim. Sebagai tempat ibadah tentu harus dijaga kenyamanan serta keasrian masjid agar dalam melakukan ibadah dapat dengan nyaman dan khusu. Dalam rangka tersebut masjid Al-muqaromah perlu melakukan perbaikan atau rehab masjid agar terciptanya suasana yang nyaman serta banyaknya jemaah muslim yang dapat ditampung didalam masjid.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kenyamanan masjid adalah dengan memperluas masjid, sehingga jemaah dapat ditampung didalam masjid, serta melaksanakan pengadaan atas fasilitas masjid yang belum terpenuhi.
Masjid Al-Muqaromah adalah salah satu masjid yang terletak di Kampung Cihareday, Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, masjid tersebut menjadi masjid utama dalam melakukan kegiatan keagamaan. Masjid Al-Muqaromah seringkali tidak bisa menampung para jemaah dikarenakan ruang masjid yang masih belum memadai, maka dari itu masjid Al-Muqaromah ini memerlukan bantuan untuk dapat melaksanakan kegiatan rehab masjid.

B.     MAKSUD & TUJUAN
1.      Maksud
Dengan merehabilitas masjid Al-Muqaromah diharapkan menjadi sarana ibadah umat muslim yang nyaman dalam melakukan kegiatan keagaaman, syiar agama islam dan pembinaan mental menuju Akhlakul Karimah
2.      Tujuan
Adapun tujuan melaksanakan kegiatan rehab masjid adalah sebagai berikut:
a.       Menyediakan tempat ibadah yang mampu menampung jema’ah.
b.      Menyediakan sarana belajar mengajar dan pembinaan mental umat.
c.       Menyediakanan pendidikan agama islam, Al-Qur’an atau madrasah diniyah.
d.      Memotivasi umat islam untuk meningkatkan kesadaran dalam menjalankan ibadah.
e.       Terciptanya ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah.

C.    DASAR HUKUM

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka. (QS. 9:17) Hanya saja yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 9:18)” (at-Taubah)

D.    NAMA KEGIATAN
“Rehab Masjid Al-Muqaromah demi terciptanya ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah  Kampung Cihareuday, Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut”

E.     SUMBER DANA
Adapun sumber dana yang didapat anatara lain:
1.      Swadaya masyarakat sekitar.
2.      Para donatur.
3.      Usaha yang halal dan tidak mengikat.

F.     JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
NO
JENIS PEKERJAAN
MINGGU
1
2
3
4
5
6
7
8
1
Persiapan
V







2
Pekerjaan rehab atap

V
V





3
Pekerjaan rehab plapon


V
V




4
Pekerjaan rehab dinding dan lantai



V
V



5
Pekerjaan rehab kusen dan partisi




V
V


6
Pekerjaan pengecatan






V
V

G.    SUSUNAN PANITIA
Adapun susunan panitia dalam pembangunan rehab masjid Al-Muqaromah ini adalah sebagai berikut:
Penanggung Jawab     : Saepuloh, S.Pd
Penasehat                    : Ust. Kosim Jalalludin
Ketua                          : Surahman
Sekretaris                    : Dimyati, S.Pd
Bendahara                   : Dadan
Seksi-seksi
Humas                         : Dirman
Logistic                       : Ait Rohmadin
                                      Oleh
Konsumsi                    : Soja
Pengarah tenaga kerja : Muslih
                                      Maman


H.    RENCANA ANGGARAN BIAYA
(Terlampir)

I.       DENAH & FOTO
(Terlampir)

J.      PENUTUP
Dengan terwujudnya masjid yang presentatif serta mencukupi jumlah jema’ah adalah harapan kami dan masjid yang ma’mur bergema syi’ar islam itu adalah tujuan kami.
Demikian proposal ini kami buat untuk bahan pertimbangan, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terimakasih. Uluran bantuan sangat kami harapkan demi terwujudnya rehab masjid yang direncanakan. Semoga kebaikan Bapak/Ibu dapat dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang dilipat gandakan. Amiin.








Cihareuday, 15 September 2017

LEMBAR PENGESAHAN

Ketua Panitia,




Surahman
Sekretaris,




Dimyati, S.Pd


Disetujui,
Dewan Kesejahteraan Masjid Al-Muqaromah




Saepuloh, S.Pd










                                


LAMPIRAN-LAMPIRAN






RENCANA ANGGARAN BIAYA
(RAB)
Masjid Al-Muqaromah
Kampung Cihareuday, Desa Neglasari, Kec. Pakenjeng, Kab. Garut

NO
URAIAN PEKERJAAN
VOL
HARGA SATUAN
SATUAN
JUMLAH BIAYA
PEKERJAAN PERSIAPAN

Rp.-

Rp.-
1
Pemb. Los bahan



Swadaya
2
Pengukuran dan pos bouplank



Swadaya
PEKERJAAN TANAH




1
Galian tanah untuk pondasi



Swadaya
2
Urugan bekas galian pondasi



Swadaya
3
Urugan tanah dipadatkan



Swadaya
4
Urugan pasir dibawah lt. 5 cm



Swadaya
PEKERJAAN TEMBOKAN




1
Pas. Pondasi batu belah
300
50.000,-
m3
15.000.000,-
2
Pas. Tembok dinding baita merah
8.000
1.500,-
m3
12.000.000,-
3
Pas. Beton bersloop kolom dan ring balik
90
205.000,-
m3
18.450.000,-
4
Pas. Plesteran dinding
80
175.000,-
m3
14.000.000,-
5
Pas. Keramik uk. 12x12
24
400.000,-
m3
9.600.000,-
6
Semen holcim
100
65.000,-
bh
6.500.000,-
7
Pasir
7
1.150.000
permobil
8.050.000,-
JUMLAH
83.600.000,-
PEKERJAAN KAYU




1
Pek. Kayu bagian atas
5
1.500.000,-
m3
7.500.000,-
2
Pek. Kayu bagian bawah
4
1.500.000,-
m3
6.000.000,-
3
Pem. Daun pintu double sekwood
2
1.500.000,-
Bh
3.000.000,-
4
Pem. Jendela kaca
8
350.000,-
Bh
2.800.000,-
5
Pemb. Julusi kayu serut
3
1.500.000,-
m2
4.500.000,-
6
Pas. Langit-lngit eternity
40
150.000,-
m2
6.000.000,-
7
Pas. Papan list plank
2
1.500.000,-
m3
3.000.000,-
JUMLAH
32.800.000,-
PEKERJAAN ATAP




1
Pemasangan atap kaso reng
4
1.000.000,-
m2
4.000.000,-
2
Tutup atap genteng
10.000
5.000,-
m2
50.000.000,-
3
Tutup bubung genteng
125
25.000,-
M
3.125.000,-
JUMLAH
57.125.000,-
PEKERJAAN CAT DAN KAPUR




1
Kapur dinding luar, dalam, dan langit-langit
120
75.000,-
Kg
9.000.000,-
2
Cat muka kayu
4
65.000,-
Kg
260.000,-
3
Rangkap atap
10
45.000,-
Kg
450.000,-
4
Teak oli pintu-pintu
2
35.000,-
Kg
70.000,-
JUMLAH
9.780.000,-
PEKERJAAN LAIN-LAIN




1
Pas. Kunci tanam dua rek
2
350.000,-
Bh
700.000,-
2
Pas. Tulak pintu dan jendela
12
25.000,-
Bh
300.000,-
3
Pas. Kaca jernih
12
250.000,-
Bh
3.000.000,-
4
Pas. Besi, baut, mur, kuda-kuda
55
25.000,-
Bh
1.375.000,-
5
Pas. Kloset jongkok porsien
2
250.000,-
Bh
500.000,-
6
Pas. Hong tanah 15 cm untk pembuangan air kotor
10
100.000,-
Bh
1.000.000,-
7
Pas. KWH listrik 900 Volt
1
2.000.000,-
Paket
2.000.000,-
8
Pas. septinktenkPas.
1
1.000.000,-
Unit
1.000.000,-
9
Saluran air hujan
1
1.000.000,-
M
1.000.000,-
10
Pas. Bak angin
6
5.000,-
Bh
30.000,-
11
Pas. Instalasi listrik
1
2.500.000,-
Paket
2.500.000,-
12
Pas. Bak Air
3
250.000,-
M
750.000,-
JUMLAH
14.155.000
TOTAL
197.460.000,-
1
Biaya tidak terduga



5.000.000,-
TOTAL KESELURUHAN
202.460.000,-